PROSES PENGALAMAN ESTETIK MELALUI PENDEKATAN

PROSES PENGALAMAN ESTETIK MELALUI PENDEKATAN

TEORI ESTETIK

rumput hijau

rumput hijau

PENDAHULUAN

Pengalaman estetik dapat diperoleh dengan tiga metode pende-katan yaitu pendekatan metode teori estetik, filsafat seni, dan kritik seni. Ketiga pendekatan tersebut sama-sama akan malahirkan pengalaman estetik pada para pelakunya.

Pada bagian pertama ini akan dijelaskan proses pengalaman estetik dengan pendekatan sikap atau teori estetik. Sikap estestik adalah salah satu dari beberapa implikasi penggunaan alat indra yang dimiliki manusia terhadap rangsangan atau impuls estetik yang berasal dari luar diri seseorang ,impuls ini bergerak atau beroperasi ketika ada rangsangan dari luar, rangsangan tersebut bisa dalam bentuk karya alami atau alam, dan karya buatan atau karya seni, kepekaan impuls manusia dalam menangkap rangsangan tersebut berbeda antara satu orang dengan yang lainnya hal ini salah satunya disebabkan oleh kebiasaan dan keterlatihan impuls untuk menangkap “ke-estetik-an”

PROSES PEMEROLEHAN PENGALAMAN ESTETIK

Dalam hal ini saya memanfaatkan alam sebagai objek estetik-nya, alasan memilih objek alam karena alam sifatnya netral yaitu murni buatan Allah SWT, sehingga disana tidak ada kepentingan politik, social, dan pribadi hal inilah yang membuat saya lebih leluasa membuka cakrawala estetik.

Objek alam yang saya gunakan adalah objek rerumputan hijau sebagaimana yang terlihat di depan. Ketika pertama melihat objek ini terbesit dalam hatiku rasa kesejukan, keheningan, dan ketenangan. Sempat terbayang sebuah harapan untuk sejenak merebahkan badan, menghirup udara sejuk, dan mendinginkan otak.

Ingin rasanya berlari, bergulung-gulung di atas pemukaan rumput, sembari mencairkan rasa penat pikiran yang sesak dengan jejalan tugas dan tanggungjawab. Ingin rasanya menyentuh hijau daunnya, dan mencium sejuknya, untuk sekedar merasakan betapa indahnya kesejukan.

Focus pandangan saya ketika melihat objek tersebut bukanlah terletak pada guratan dan serat daunnya, tetapi pada sapuan warna hijau yang berdegradasi sesuai dengan jumlah daun yang bertumpuk. Warnalah yang membuat saya terkesan dengan objek ini, meski tak menutup kemungkinan bahwa serat daun telah mendukung keindahan warna tersebut.

Dengan warna hijau saya telah menemukan dunia imaji, dunia khayal yang mampu membuat otak dan pikiran fresh, seakan baru keluar dari ruang pendinginan, apalagi ketika setumpuk tugas dan segudang tanggung jawab masih menindas kepala. Objek tersebut mampu memberi semangat baru untuk kembali berkarya, dan bekerja.

Jadi pengalaman estetik dengan pendekatan teori estetika ini penulis peroleh melalui efek warna yang muncul dari pigmen daun pada rumput.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: